Fakta adalah sebagai faktor nyata
atau suatu realitas yang ada di suatu tempat dan dalam waktu tertentu
tentang apa yang kita amati (lihat ,dengar, raba ,cicip dan cium), realitas
yang kita amati itu bisa berupa kejadian, benda simbol sifat dan lain sebagainya.
Fakta dapat dipahami dalam tiga bentuk; pertama fakta yang berupa benda seperti
batu, pohon, orang dan sebagainya. Kedua berupa situasi atau kondisi
seperti panas, kotor, bising dan sebagainya. Ketiga peristiwa atau kejadian
seperti kebakaran, perkelahian dan proses lainnya.
Dengan kata lain berarti juga informasi yang kita
peroleh dari sebuah pengamatan. Boleh juga sebagai situasi atau kondisi yang
telah terjadi yang diperoleh dari pengalaman inderawi. Fakta saangat bersifat
objektif. Jenis fakta yang paling sederhana adalah fakta atomik, yakni fakta
paling dasar dan tidak dapat direduksi. Ia tidak dapat dibagi kedalam
komponen-komponnen, tetapi merupakan kombinasi dari benda-benda dan objek
pengertian. Pada dasarnya fakta atomik tidak dapat dipakai untuk membuktikan
adanya fakta atomik lainnya. Atau boleh juga dipakai istilah lain yakni fakta
nuklir (inti atom) yang tidak mungkin diurai lagi.
Sebagai suatu kejadian, niscaya sebuah fakta
berkaitan dengan fakta-fakta lainnya dengan berbagai bentuk relasi atau
hubungan, seperti hubungan sebab dan akibat. Karena itu berbagai fakta akan
sangat penting artinya jika digunakan sebagai bukti sebuah penelaran. Biasanya
gambaan penuh dari interelasi fakta-fakta dijelaskan didalam deskripsi ilmiah.
Fakta-fakta sebagai bukti penalaran ilmiah tidak
dapat dipisahkan dari kata atau bahasa yang digunakan untuk mengungkapkannya,
seperti penggunaan istilah-istilah. Didalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 31
secara eksplisit disebutkan bahwa setiap sesuatu yang ada (fakta) di beri “nama
“. Dengan nama itulah kita akan membedakan satu fakta dengan fakta yang lain.
Dengan menggunakan kata-kata tertentu kita akan dapat menunjukan proses
identifikasi dan interpretasi. Dengan bertitik tolak pada pemikiran tersebut
dapat juga diambil sebuah kesimpulan bahwa ilmu pengetahuan itu adalah
akumulasi dari nama-nama yang telah ditetapkan.
Konsep dapat difahami sebagai gambaran umum dari
suatu ide atau gagasan dari sistem penalaran. Biasanya gambaran umum itu
sifatnya abstrak. Dalam sistem penalaran, kita harus memberikan batas
atau ruang lingkup agar jelas terbeda sesuatu dengan yang lain, baik bentuk,
sifat atau material dari ide atau gagasan tersebut. Misalnya tentang
“meja” akan lebih jelas dengan sebuah konsep. Dan akan bereda
dengan “kursi” karena konsep tadi. Konsep tentang meja berbeda dengan
konsep tentang kursi.
Tentu saja kita dalam hal ini terlebih dahulu harus
memulai memahaminya dari pengertian dan defenisi. Konsep juga mengandung upaya
mengkalsifikasi dan kategorisasi. Misalnya konsep tentang meja atau kursi, kita
harus mlihat dan mengetahui semua bentuk meja, maka semua meja itu (yang telah
pernah dilihat atau teramati ) harus masuk kedalam kelas atau kelompok
meja, tidak ada pengecualian. Demikian pula dengan yang lain, misalnya unggas
(yang telah pernah dilihat atau teramati ), semua jenis unggas
harus masuk kedalam kelasnya.
Bila kita melihat sebuah meja, misalnya meja itu
dataranya berbentuk lingkaran atau bundar, kakinya empat atau tiga, maka yang
kita lihat itu adalah sebuah manifestasi dari konsep “meja”. Itulah salah satu
model dari “konsep meja”, yakni sebuah meja yang bentuknya berkaki tiga dan
berdataran bundar. Jadi sebuah meja yang seperti yang kita amati itu belum bisa
digunakan untuk merumuskan sebuah keputusan tentang apa yang dimaksud dengan
“konsep Meja”. Sebab yang menghukum kita adalah defenisi konsep meja.
Perlu juga dipahami adalah bahwa konsep itu menjelaskan substansi
dari sesuatu (sep. Meja tadi).
Pada “konsep meja” yang kita rumuskan di dalam
alam pikiran adalah sebuah barang yang dibuat tidak boleh keluar dari
hakikatnya (karena sudah dibatasi). Hakikat dari “konsep meja”
yakni adanya kaki dan dataran. Boleh saja kakinya minimal satu dan maksimalnya
boleh empat atau lebih. Begitu pula datarannya, boleh bundar atau persegi.
Kalau kita membangun sebuah meja berarti kita meletakan beberapa aksidensia.
Dengan demikian akan lebih mudah setiap orang memahami sebuah meja
dengan segala atributnya.
Defenisi
fakta
-hal
(keadaan, peristiwa) yg merupakan kenyataan; sesuatu yg benar-benar ada atau
terjadi
Sistem
Sistem adalah
sekumpulan unsur yang berhubungan antara satu dengan yang lainnya sedemikian
rupa berproses mencapai tujuan tertentu, atau suatu tatanan dimana terjadi
suatu kesatuan dari berbagai unsur yang saling berkaitan secara teratur menuju
pencapaian unsur dalam batas lingkungan tertentu.
Ciri – ciri sistem:
- Pencapaian suatu tujuan
- Kesatuan usaha
- Adanya unsur fungsional (input, proses, output, feed back)
- Saling berhubungan
- Berjenjang
Tujuan Sistem
- Setiap sistem memiliki tujuan (goal)
- Tujuan berfungsi sebagai pengarah sistem
- Untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen
- Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen
- Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan
Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem
merupakan salah satu cara yang dapat dipakai untuk memecahkan suatu masalah.
Pendekatan sistem digunakan ketika:
- Adanya fungsi dalam bentuk keseluruhan yang ingin dipelajari
- Keadaan yang bersifat komplek dan terasa rumit
- Banyak permasalahan ditangani
- Banyak tujuan bagian – bagian terkait yang mempunyai potensi untuk bertentangan
Komponen – Komponen
Sistem
- Input
- Proses
- Output
- Feed Back (Umpan Balik)
- Lingkungan
Menurut Murdick, (1997) menyatakan:
SIM adalah suatu kelompok orang, seperangkat pedoman, dan petunjuk peralatan pengolahan data (seperangkat elemen), memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data (mengoperasikan data dan barang) untuk mengurangi ketidakpastian pada pengambilan keputusan (mencari tujuan bersama), dengan menghasilkan informasi untuk manajer pada waktu mereka dapat menggunakannya dengan paling efisien (menghasilkan informasi menurut waktu rujukan).
Wahyudi Kumorotomo & Subando Agus Margono (2001) menyatakan SIM ialah sistem yang diciptakan untuk melaksanakan pengolahan data yang akan dimanfaatkan suatu organisasi. Kalau orang mendengar istilah SIM, biasanya orang itu membayangkan suatu sistem komputer. Pada hal SIM sudah ada sebelum komputer diciptakan. Dalam literatur-literatur belum ada kesamaan pemakaian istilah SIM. SIM dalam bahasa Inggrisnya Management Information Systems atau Management of Information Systems atau Information Processing Systems atau Information Systems saja.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli sebagaimana tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa definisi SIM adalah suatu sistem yang diperlukan oleh suatu organisasi untuk menyediakan informasi yang penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi.